CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 08 November 2012

LLAGUM XXI Tahun 2012

Salam Pramuka !!!
Lomba Lintas Alam Gugusdepan Universitas Mulawarman XXI tahun 2012 luarrr biasaaaa......
Perkemahan se-Kaltim yang diikuti oleh 60 Gudep yang ada di Kaltim



Panitia LLAGUM XXI....




Persiapan Pelantikan MABIGUS.......
Foto bareng para Juara......
Juara 1 Umum Putra yang dimenangkan oleh Gudep dari Tanah Tidung
Juara 1 Umum Putri yang dimenangkan oleh Gudep dari Berau

Sampaiiiii Jumpaaaaa pada LLAGUM XXII Tahun 2014..

Salam Pramuka.....!!!

Perkemahan Penggalang Universitas Mulawarman (PPUM) I Tahun 2011


Rabu, 07 November 2012

Makalah Pramuka

BAB I
PENDAHULUAN

Pramuka, atau sering juga disebut pandu atau kepanduan (b. Inggris: Scouting) adalah sebuah gerakan pemuda yang telah merambah ke seluruh dunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan pendidikan non-formal kepramukaan yang mengutamakan aktivitas praktis di lapangan. Saat ini, terdapat lebih dari 38 juta anggota pramuka dari 217 negara dan teritori.
Kelahiran Gerakan Kepanduan
Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell, seorang letnan jendral angkatan bersenjata Britania raya, dan William Alexander Smith, pendiri Boy’s Brigade, mengadakan perkemahan kepanduan pertama di kepulauan Brownsea, Inggris.
Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah membantu militer mempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tapi penting; misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell ke seluruh anggota militer di kota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan Pramuka internasional.
Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu.
Pada tahun 1906, Ernest Thompson Seton mengirimkan Baden-Powell sebuah buku karyanya yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians. Seton, seorang keturunan Inggris-Kanada yang tinggal di Amerika Serikat, sering mengadakan pertemuan dengan Baden-Powell dan menyusun rencana tentang suatu gerakan pemuda.
Pertemuannya dengan Seton tersebut mendorongnya untuk menulis kembali bukunya, Aids to Scouting, dengan versi baru yang diberi judul Boy’s Patrols. Buku tersebut dimaksudkan sebagai buku petunjuk kepanduan bagi para pemuda ketika itu. Kemudian, untuk menguji ide-idenya, dia mengadakan sebuah perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai lapisan masyarakat selama seminggu penuh, dimulai pada tanggal 1 Agustus, di kepulauan Brownsea, Inggris. Metode organisasinya (sekarang dikenal dengan sistem patroli atau patrol system dalam bahasa Inggris) menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang dilakukannya. Sistem ini mengharuskan para pemuda untuk membentuk beberapa kelompok kecil, kemudian menunjuk salah satu diantara mereka untuk menjadi ketua kelompok tersebut.
Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya berjalan dengan sukses, Baden-Powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan oleh Arthur Pearson untuk mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Dari pemikirannya tersebut, dibuatlah sebuah buku berjudul Scouting fo Boys, yang saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan (Boy Scout Handbook) edisi pertama.
Saat itu Baden-powell mengharapkan bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa oraganisasi pemuda yang telah ada. Tapi yang terjadi, beberapa pemuda malah membentuk sebuah organisasi baru dan meminta Baden-Powell menjadi pembimbing mereka. Ia pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk belajar dan berlatih serta mengembangkan organisasi yang mereka dirikan tersebut.
Seiring dengan bertambahnya jumlah anggota, Baden-Powell semakin kesulitan membimbing mereka; Ia membutuhkan asisten untuk membantunya. Oleh karena itu, ia merencanakan untuk membentuk sebuah pusat pelatihan kepemimpinan bagi orang dewasa (Adult Leadership Training Center). Pada tahun 1919, sebuah taman di dekat London dibeli sebagai lokasi pelatihan tersebut. Ia pun menulis buku baru yang berjudul Aids to Scoutmastership dan beberapa buku lainnya yang kemudian ia kumpulkan dan disatukan dalam buku berjudul Roverinng to Success for Rover Scouts pada tahun 1922.















BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Gerakan Pramuka Indonesia
Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai saham besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepramukaan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.
Organisasi kepramukaan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang “Nederlandse Padvinders Organisatie” (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir [[besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi “Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging” (NIPV) pada tahun 1916.
Organisasi Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah Javaanse Padvinders Organisatie; berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916.
Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya “Padvinder Muhammadiyah” yang pada 1920 berganti nama menjadi “Hisbul Wathon” (HW); “Nationale Padvinderij” yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij” yang kemudian diganti menjadi “Syarikat Islam Afdeling Pandu” dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.
Hasrat bersatu bagi organisasi kepramukaan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu “Persaudaraan Antara Pandu Indonesia” merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.
Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).
PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.
Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan “All Indonesian Jamboree”. Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem” disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

B. Tugas Pokok Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda melalui Kepramukaan di lingkungan luar sekolah, yang melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan masyarakat.Adapun tujuannya :
1)      Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang berimandan bertaqwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2)      Membentuk sikap dan perilaku yang positif, menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki kecerdasan emosional sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia, yang percaya kepada kemampuan sendiri,sanggup dan mampu membangun dirinya sendirinya serta bersama-samabertanggungjawab atas pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.
3)      Dalam melaksanakan pendidikan Kepramukaan, Gerakan Pramuka selalu memperhatikan.Keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya..Keadaan, kemampuan, adat istiadat dan harapan masyarakat termasuk orang tua.
4)      Dalam pelaksanaan kegiatannya, Gerakan Pramuka menggunakan PDK dan MK, Sistem Among dan berbagai metode penyajian lainnya. Para Pramuka mendapat Pembinaan dalam Satuan gerak sesuai dengan usia dan bidang kegiatannya, dengan mengikuti ketentuan SKU, SKK, TKU, TKK dan , SPG – TPG

C. Peran Gerakan Pramuka
Metode kepramukaan yang merupakan metode pendidikan non-formal dapat dilakukan dengan mudah seperti kegiatan permainan. Pendidikan harus terencana namun juga menyenangkan, sehingga tidak membuat kaum muda menjadi bosan. Itulah bagian dari upaya gerakan kepanduan dalam membantu memberikan pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga untuk anak-anak.
Itu adalah sekelumit pernyataan tokoh-tokoh kepanduan dunia tentang Kepanduan (red-pramuka). Dapat diambil sebuah statement peran gerakan pramuka dalam menciptakan kader pemimpin masa depan sangat penting. Seperti juga yang terdapat dalam SK Kwarnas No 080 tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.
Dalam SK Kwarnas No 080 tahun 1988, disebutkan bahwa pramuka penegak dan pandega adalah golongan pramuka yang pada usianya akan segera menggantikan estafet kepemimpinan pada saat ini. Dalam pembinaannya, dapat dikelompokkan menjadi 3 kegiatan yaitu:
1)  Kegiatan Bina Diri, pembinaan pribadi baik jasmani maupun rohani
2)  Kegiatan Bina Satuan, pembinaan kepemimpinan dan keterampilan pengelolaan satuan / kwartir dalam Gerakan Pramuka, serta Dharma Baktinya kepada Gerakan Pramuka
3)  Kegiatan Bina Masyarakat, pembinaan kepemimpinan dan keterampilan pembangunan masyarakat, serta Dharma Baktinya kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Untuk golongan penegak dan pandega mulai dirintis dan digali potensi kepemimpinan sebagai salah satu modal dalam mempersiapkan kader-kader pemimpin dan kader pembangunan bangsa. Bentuk-bentuk pelatihan kepemimpinan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Pramuka Penegak dan Pandega.
Proses pembinaan dan pengembangan potensi kepemimpinan Pramuka Penegak dan Pandega sangat bergantung pada pola atau desain dalam melaksanakan suatu kegiatan. Tentunya pola yang dirangkai mengarah pada maksud, sasaran dan tujuan kegiatan, terlebih lagi kegiatan LPK (Latihan Pengembangan Kepemimpinan) yang memang dilaksanakan sebagai wahana menggali potensi kepemimpinan. Metode kegiatan yang digunakan dan mengarah pada tujuan yang diinginkan dapat menciptakan kader-kader pemimpin yang berkualitas sehingga dapat dijadikan bekal pengembangan di masa yang akan datang.
Pada akhirnya, potensi kepemimpinan Pramuka Penegak dan Pandega sebagai salah satu sumber daya Pramuka dapat terus digali dan dikembangkan sehingga tujuan Gerakan Pramuka untuk menjadikan Pramuka Penegak dan Pandega sebagai kader-kader pemimpin dan pembangunan bangsa di masa yang akan datang dapat tercapai.
Semangat bakti yang ditorehkan telah menjadi cerminan bahwa organisasi kepemudaan ini adalah salah satu lembaga yang bisa diandalkan untuk mengisi kemerdekaan, pencetak semangat kepemudaan, nasionalisme dan patriotisme. Pembangunan bangsa yang diharapkan bergerak pesat di bidang ekonomi, kebudayaan dan sosial layaknya menjadi sorotan publik agar terbentuk negara yang adil, makmur, sejahtera dan generasi yang bermoral Pancasila. Dalam hal ini pramuka seharusnya turut andil besar karena di tengah era globalisasi yang memuncak ini, generasi muda selalu menjadi sorotan utama. Pramuka harusnya mendidik lebih dari 1 juta generasi muda di Indonesia untuk ikut serta membangun bangsa dan negara di setiap bidang kegiatan yang dilaksanakan setiap tahunnya.
Hal ini menjadi syarat kelengkapan agar cita-cita bangsa dapat diraih dengan mudah, sekaligus bisa menjadi bukti bahwa nilai-nilai keluhuran seperti ketekunan, kesabaran, kerjasama dan kebersamaan adalah jalan utama menuju kesejahteraan bangsa. Mendapati berbagai banyak teori diatas, terlaksananya program negara di bidang sosial dan pembangunan generasi bangsa, nampaknya poin-poin yang terkandung didalam Pancasila dan Dasa darma pramukalah yang benar-benar menjadi dasar atau teori pokok perilaku generasi bangsa yang seharusnya teori itulah yang harus dimaknai dan diterapkan dalam keseharian bangsa agar jalan menuju keberhasilan makin terbuka.Dalam setiap program kerjanya Pramuka selalu mengedepankan kegiatan sosial yang berguna bagi masyarakat, hal ini dikarenakan sumbangsih anak bangsalah yang diharapkan berperan besar untuk kemajuan bangsa dan pembentuk pola pikir baru bagi anak bangsa yang sesuai dengan ideologi negara dan Dasa darma. Kewajiban besar para pembangun bangsa untuk mengalihkan era globalisasi yang negatif menjadi kehidupan era reformasi modern memang akan sangat sulit jika tidak diimbangi dengan polah atik kaum muda, karena memang sejatinya merekalah pembangun muda yang sangat diharapkan melalui gerakan pramuka yang tersebar di berbagai pelosok negeri.

Pramuka juga mengisi kemerdekaan dengan berbagai aktivitas pembangunan dan mengambil peran besar sebagai wadah pendidikan karakter, untuk menyemai tunas-tunas muda menjadi pemimpin  bangsa masa depan. “Gerakan Pramuka selalu relevan dengan perkembangan zaman. Gerakan Pramuka, dengan banyak aktivitas positif di dalamnya, memiliki peran konstruktif dalam mencetak generasi muda  yang berkarakter kuat.

Sering kita mendengar kritik bahwa bangsa ini dianggap kurang memiliki karakter. Budaya gotong royong, kebersamaan, gigih, keramahtamahan dan seterusnya yang dulu kita dengar dalam pelajaran di sekolah makin sulit kita temukan dalam kenyataan.  Sebaliknya, yang muncul dipermukaan adalah fenomena-fenomena negatif. Kekerasan, amuk massa, kericuhan, korupsi, dan seterusnya makin menambah buram wajah bangsa.
Oleh karena itulah, kini perlu dilakukan revitalisasi pembangunan karakter bangsa. Karakter yang diharapkan sesuai amanat UU Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005-2025 adalah karakter tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, dan bertoleran. Selanjutnya adalah karakter  bergotong-royong, patriotik, dinamis dan berbudaya dan berorientasi kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. Kaum muda sebagai pewaris negeri harus mewarisi karakter diatas.
Untuk mewujudkannya, misalnya dapat melalui aktifitas dalam Gerakan Pramuka. Metoda pendidikan kepramukaan adalah proses belajar mengajar yang interaktif dan progresif yang sering menggunakan istilah APK2-T, yaitu dilaksanakan di alam terbuka dalam bentuk permainan yang menantang, menarik dan menyenangkan.  Proses ini dilakukan secara berkelompok dalam satuan terpisah, bersifat kompetitif dan menerapkan sistem tanda kecakapan.














BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Paparan diatas memaparkan bagaimana peran sebuah Organisasi Gerakan Pramuka dalam partisipasi pengkaderan pemimpin muda berkualitas. Dan dalam pemaparannya, peran Pramuka sangatlah penting. Dengan pendidikan dan pelatihan yang diberikan langsung dengan praktek sederhana, menjadikan pembentukan jiwa kepemimpinan terasa lebih nyata.
Untuk golongan penegak dan pandega mulai dirintis dan digali potensi kepemimpinan sebagai salah satu modal dalam mempersiapkan kader-kader pemimpin dan kader pembangunan bangsa. Bentuk-bentuk pelatihan kepemimpinan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Pramuka Penegak dan Pandega.
Pancasila dan Dasa darma pramukalah yang benar-benar menjadi dasar atau teori pokok perilaku. Gerakan kepramukaan juga berperan dalam pembentukaan karakter, pembangunan generasi bangsa, pramuka harusnya mendidik lebih dari 1 juta generasi muda untuk ikut serta membangun bangsa.








DAFTAR PUSTAKA
ttp://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Gerakan_Pramuka
http://www.pramuka.or.id/id/organisasi/dataorg.htm
kwarnas@pramuka.or.id

Senin, 05 November 2012

Sandi Racana

SANDI RACANA

ADAT RACANA SUCI
YANG TERLAHIR DARI JIWA PASRAH
BAHWA TITIAN HIDUP
BERANJAK HENING MENUJU SEPI
KURINDUKAN SAAT SUKMA
MENERAWANG JAUH
BERSAMA DETAK NADI PAHLAWAN

DIJANTUNGKU KINI MELEKAT
LAMBANG PUSAKA BANGSA
RIWAYAT TENUN SUTRA DARAH
DAN BENING AIR MATA KASIH
DARI YANG GUGUR SEBAGAI PAHLAWAN
MERAH PUTIH....

WAHAI PANDU PANDEGA SEJATI
BAHAGIAKANLAH DIRIMU
DENGAN JALAN MENDAMAIKAN
HATI ORANG LAIN
KARENA DAMAI YANG ABADI
ADA DALAM LUBUK HATI

JANGANLAH BERBURUK SANGKA
TERHADAP KAWAN SEIRING
SELAMA BUDI MASIH KITA MILIKI
TIDAK MESTI TERTAWA BANYAK
SEDANG MENANGIS SEDIKIT
ATAU SEBALIKNYA....

KADANG SENYUM LEBIH BERARTI
DARI KEDUANYA
ITULAH ADAT RACANA KITA.....

LDK 2011